Abad 15 H adalah abad kebangkitan Islam. Riak-riak kebangkitan ini dari hari ke hari kian terasa. Bagi mereka yang bergerak bersama denyut nadi umat pasti merasakannya. Karena itulah mereka terus bergerak dengan semangat yang tak pernah padam.

Tapi di sisi lain kita pun melihat sekelompok orang dari umat ini yang memandang masa depan dengan pesimis. Tak ada gelora perjuangan dalam dadanya. Tak terlintas dalam benaknya kemauan untuk bergerak. Karena mereka memang tidak memiliki visi perjuangan. Tapi mereka ini bukanlah ahli maksiat, bahkan mereka adalah hamba-hamba Allah yang taat dan ikhlash. Tetapi renggangnya mereka dari realitas perjuangan umat menyebabkan hati-hati mereka selalu dirundung duka. Padahal kemenangan Islam sudah di depan mata, Insya Allah.

A. BERITA KEMENANGAN DARI AL-QUR’AN

Dalam surah At-Taubah ayat 32-33 kita mendapatkan berita gembira bahwa Allah akan senantiasa menolong hamba-hamba-Nya dan mengokohkan agama-Nya.

“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.”

Makna seperti ini terulang dalam surah-surah lainnya diantaranya adalah dalam QS. Ash-Shaff: 8-9 dan  Al-Fath: 28.

Dalam tafsirnya Ibnu Katsir mengemukakan beberapa hadits yang menegaskan tentang dimenangkanya Islam atas segala agama. Diantaranya adalah hadits riwayat Muslim, bahwasanya Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya Allah SWT telah memperlihatkan kepadaku bumi bagian timur dan bagian baratnya, dan kekuasaan umatku akan mencakup bumi yang aku lihat itu.”


Berita kemenangan yang lain yang disebutkan Al-Qur’an adalah firman Allah SWT,

“Dan Allah telah berjanji kepada orang yang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan amal-amal yang saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan benar-benar Dia akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang tetap kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An-Nuur: 55)

Ibnu Katsir mengatakan bahwa ayat ini merupakan janji Allah untuk menjadikan umat Muhammad menjadi pemimpin bumi, pemimpin manusia dan penguasa mereka. Dengan mereka negara akan menjadi makmur sentosa. Hal ini terbukti dengan futuhat berbagai daerah oleh umat Islam, seperti Makkah, Khaibar, Bahrain, seluruh Jazirah Arab, dan Yaman. Sementara itu jizyah dari Majusi Hajar dan beberapa daerah Syam terus mengalir.

Pada masa Abu Bakr, Khalid bin Walid berhasil menembus Parsi; Abu Ubaidah menguasai Syam; Amr bin Ash membuka Mesir. Secara beruntun beberapa daerah Syam, Basrah, dan Damaskus dapat dibebaskan. Pada masa Umar bin Khattab seluruh Syam bebas, Mesir dikuasai dan sebagian Persia berhasil direbut; kekuasaan Romawi dari hari ke hari semakin berkurang. Bahkan pada masa Utsman bin Affan kekuasaan Islam sudah menembus wilayah Cina.

Syaikh Yusuf Qaradhawy mengatakan bahwa janji Allah kepada umat yang beriman ini adalah janji yang abadi dan kontinuitas. Artinya kemenangan dan kekuatan pada masa Khulafaur Rasyidin bisa diwujudkan kembali dengan syarat: Iman, Amal saleh, menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya.

Berita kemenangan juga diisyaratkan dalam kisah-kisah para Rasul, misalnya dalam kisah perjuangan Nabi Musa (al-Qashash: 4-6) yang menegaskan bahwa Allah menunaikan iradahnya untuk mengokohkan kedudukan kaum mustadh’afin dan menghancurkan kekuasaan orang-orang yang menindas dan berlaku sombong.

Berita lain yang diungkapkan Al-Qur’an tentang kemenangan adalah janji Allah untuk menolong orang-orang mu’min ( ar-Ruum: 47; Yunus: 103; al-Baqarah: 214). Allah pun berjanji untuk mengagalkan tipu daya orang kafir (at-Thariq: 15-17; al-Anfal: 36; Yunus: 81-82; al-Anfal: 36; Ali Imran: 12-13).

Untuk itu semua Allah akan mendatangkan Kaum yang Dia Cintai yang siap menolong agama-Nya. Ibnu Katsir berkata, “Barangsiapa yang tidak mau menolong  agama Allah dan menjalankan syariat-Nya, maka Allah akan menggantikan mereka dengan orang yang lebih baik dari mereka, lebih kuat dan lurus pendiriannya.” (lihat Muhammad: 38, an-Nisaa: 133, Fathir: 16-17).

Perjuangan para penolong agama Allah ini akan senantiasa didukung Allah SWT diantaranya dengan cara memperlihatkan bukti-bukti kebenaran Al-Qur’an,

“Kami perlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar…” (Fushilat: 53).

B. BERITA KEMENANGAN DARI SUNNAH

Berita kemenangan dari sunnah Nabi banyak sekali dimuat dalam kitab-kitab hadits shahih, tapi kemudian banyak dilupakan orang. Diantara berita kemenangan Islam tersebut adalah:

Tersebarnya Islam di seluruh Dunia

“Islam akan mencapai wilayah yang dicapai siang dan malam. Allah tidak akan membeiarkan rumah yang mewah maupun yang sederhana kecuali akan memasukkan agama ini ke dalamnya…” (HR. Ahmad).

Eropa akan dikuasai Umat Islam

Abdullah bin Amru bin Ash mencatat hadits dari Rasulullah yang ditanya, “Kota mana yang akan lebih dahulu dibebaskan Islam, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Herakliuslah (Konstantinopel / Istambul) yang akan dibebaskan terlebih dahulu!”

Nubuwwah tersebut terbukti pada Abad  ke-9 Hijriyah, bertepatan dengan abad ke-15 Masehi. Tepatnya pada hari Selasa, 20 Jumadil Ula 857 H / 29 Mei 1453 M. Pembebasan Konstantinopel pada saat itu dipimpin oleh seorang Komandan muda Utsmani berusia 23 tahun yang bernama  Muhammad bin Murad atau dikenal juga dengan sebutan Muhammad Al-Fatih.

Saat ini kita masih menunggu nubuwwah kedua yaitu dibebaskannya Roma (Italia). Insya Allah negeri ini akan segera kita kuasai. Syaikh Yusuf Qaradhawy menduga pembebasan Roma akan terjadi dengan perantaraan pena dan lidah. Wallahu a’lam.

Meluasnya kekuasaan Islam di Timur dan Barat

“Sesungguhnya Allah SWT telah memperlihatkan kepadaku bumi bagian timur dan bagian baratnya, dan kekuasaan umatku akan mencakup bumi yang aku lihat itu.” (HR. Muslim)

Kemakmuran Umat Islam

“Hari kiamat tidak akan terjadi hingga harta umat Islam demikian melimpah dan berlebih, hingga orang yang mempunyai harta kesulitan mencari orang yang mau menerima sedekahnya, dan jika ingin memberikan hartanya kepada seseorang, orang yang akan diberikan harta tersebut berkata, ‘Aku tidak memerlukannya’” (Hadits Muttafaq ‘alahi)

Kembalinya Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah

“Masa kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu dating masa kekhalifahan atas manhaj kenabian, selama beberapa masa hingga Allah mengangkatnya, kemudian dating masa kerajaan yang buruk/zalim (mulkan ‘aadhon) selama beberapa masa, selanjutnya dating masa kerajaan dictator (mulkan jabariyyan) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, setelah itu akan (terulang lagi) khilafah ‘ala minhajin nubuwwah (kekhalifahan atas manhaj kenabian. “ (HR. Ahmad, al-Bazzar, dan Thabrani).

Kemenangan Islam atas Yahudi

Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda, “Kalian akan memerangi Yahudi hingga kalian mampu memukul mundur mereka, kemudian batu akan berkata, ‘Wahai orang Islam, ini ada Yahudi di belakangku, bunuhlah dia.’” (Hadits Muttafaq alaih)

Bertahannya Kelompok Islam

Diriwayatkan dari Umar, Mughirah, Tsaubah, Abu Hurairah, Qurrah bin Iyas, Jabir, Imran bin Husain, Uqbah bin Amir, Jabir bin Samrah, dan Abi Umamah bahwa Nabi saw bersabda, “Sekelompok umatku akan terus menang atas agama yang lain, mengalahkan musuh mereka, mereka tidak terganggu oleh orang-orang yang menentang mereka, kecuali sedikit cobaan yang menimpa mereka hingga dating keputusan Allah, dan mereka terus seperti itu.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, dimanakah mereka berada?” Rasulullah menjawab: “Mereka berada di Baitul Maqdis dan di sekitar Baitul Maqdis.” (HR. Thabrani)

Datangnya Pembaharu Setiap Abad

“Sesungguhnya Allah mengutus bagi umat ini pada awal setiap seratus tahun orang yang memperbaharui agamanya.” (HR. Abu Daud)

Turunnya Al-Masih

Para ahli hadits menyebutkan bahwa hadits-hadits yang dating tentang masalah turunya Al-Masih ini mencapai batas mutawatir. Sebanyak 40 hadits, yang terdiri dari hadits shahih dan hasan—tidak ada yang dhaif—telah disebutkan oleh Allamah Maulana Anwar al-Kasymiri dalam bukunya At-Tashriihu bimaa tawaatara fii nuzuulil masiih.

Datangnya Al-Mahdi

Dalam hadits yang sangat banyak disebutkan tentang akan datangnya seorang penguasa yang berpegang teguh dengan ajaran Islam. Ia dating setelah masa-masa kebobrokan dan kerusakan. Ia menegakkan agama Allah di muka bumi ini, dan memenuhinya dengankeadilan, sebagaimana dunia ini pernah penuh dengan kebobrokan dan kerusakan.

Mengenai hal ini cukuplah kita menyimak hadits berikut, “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga dunia ini penuh dengan kezaliman, ketidakadilan, dan permusuhan, kemudian seseorang keluar dari ahli baitku yang akan memenuhi dunia ini dengan keadilan, sebagaimana dunia telah penuh dengan kezaliman, ketidakadilan, dan permusuhan.” (HR. al-Hakim).

C. BERITA KEMENANGAN DARI SEJARAH

Dari sejarah perjuangan umat kita akan dapati berita kemenangan Islam. Renungkanlah pertolongan Allah yang selalu dating ketika dibutuhkan. Perhatikanlah sejarah Hijrah, Perang Badar, dan Perang Khandaq. Cermatilah saat Allah menolong Khalifah Abu Bakar melawan kaum murtadin yang disesatkan nabi-nabi palsu (Musailamah, Sajjah, Aswad Al-Unsi, Thulaihah Al-Asadi, dll); melawan para penentang zakat.

Bacalah sejarah perang Salib, dalam perang ini kaum salibis pernah menguasai Palestina selama 90 tahun, tapi kemudian munculah Imaduddin Zanki, Mahmud Asy-Syahid, dan Shalahuddin Al-Ayubi sehingga Palestina kembali dapat dikuasai.

Peperangan di Mesir berakhir dengan ditawannya Louis IX di Dar Ibn Luqman di Manshuriah. Kata Syaikh Yusuf Al-Qaradhawy hal ini mengisyaratkan bahwa umat Islam bisa saja ‘tertdur’ atau ‘sakit’, namun ia tidak akan ‘mati’, selama di dalam darah umat Islam masih mengalir darah aqidah dan selama ada orang yang memimpin mereka untuk menegakkan Laa Ilaaha Illallaah.

Lihatlah bagaimana Khilafah Abbasiyah runtuh  oleh Pasukan Tar-tar yang beringas hingga darah mengalir bagaikan sungai dan sungai Dajlah menghitam karena banyaknya kitab-kitab karya peradaban Islam yang dibuang ke sungai tersebut. Tapi tak lebih dari 2 tahun setelah peristiwa tersebut, terjadi 2 mukjizat Islam. Pertama, Islam dapat mengalahkan bangsa Tar-tar dalam peperangan ‘Ain Jalut yang lagendaris, di bawah pimpinan Mamluki yang saleh, Saifudin Qathiz, dan dengan bala tentara Mesir, pada  tanggal 25 Ramadhan 658 H. Tepat 2 tahun setelah jatuhnya Baghdad. Padahal bangsa-bangsa di dunia pada saat itu menganggap bahwa pasukan Tar-tar adalah pasukan yang tak terkalahkan. Kedua, Bangsa Tar-tar yang menjajah menjadi pemeluk agama bangsa yang dijajahnya.

Pada zaman modern  kita menyaksikan perlawanan heroik melawan penjajahan yang digerakkan umat Islam di atas semangat jihad, Abdul Qadir al-Jazairi di Aljazair; Amir Abdul Karim al-Khatabi di Maroko; Umar Mukhtar di Libya; Syaikh Izuddin al-Qassam di Palestina. Bernard Lewis dalam bukunya Barat dan Timur Tengah, mengakui bahwa gerakan-gerakan keagamaanlah penggerak perang –perang kemerdekaan di seluruh negeri-negeri Islam melawan penjajah.

D. BERITA KEMENANGAN DARI REALITA

Jika sekilas memandang, tak dapat dipungkiri, umat Islam kini memang ‘berpenyakit’; Islam menjadi lemah karena orang-orang yang berlebihan dalam agama dan orang-orang yang meninggalkannya sama sekali.

Tauhid melemah ditandai dengan munculnya fenomena kemusyrikan di mana-mana; keberagamaan melemah ditandai dengan banyaknya umat yang meninggalkan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya; muncul pula tasawuf-tasawuf yang menyimpang dari syariat; tradisi Islam yang pokok melemah, sementara kekakuan yang merupakan warisan periode fanatik dianggap ajaran Islam; lemah pula akal islami untuk berkarya bagi peradaban, malah menjadi konsumen pemikiran orang lain; akhlak Islam yang pokok juga melemah, dusta, khianat dan keserakahan menjadi pemandangan biasa; kezaliman merajalela; budaya syura nyaris ditinggalkan.

Antara Kemarin dan Hari ini

Tetapi ketimpangan ini tak akan berlangsung lama, insya Allah. Bila kita jeli melihat kondisi umat ini, nampaklah kepada kita umat kini tengah bangkit dari keterpurukannya.

Dalam bukunya Trend Islam 2000, Murad Hoffman mengemukakan hal tersebut. Dia melihat ‘sedikit optimisme’ setelah membandingkan antara kondisi umat di abad ini dengan kondisi umat di 1 abad sebelumnya.

Antara lain ia mengungkapkan bahwa pada tahun 1800an kondisi tempat-tempat suci di Makkah dan Madinah amat kotor, tidak aman, dan tersebar khurafat. Bahkan minum-minuman keras dan pelacuran terjadi di sekitar tanah Haram atau di tanah Haram itu sendiri; shalat tidak dilakukan teratur oleh para jama’ah haji.  Saat ini kondisi tersebut telah berubah total.

Dulu mayoritas orientalis mempelajari Islam dengan sikap kebencian dan permusuhan. Tapi kini mulai muncul sikap empati dan menghargai.

Pada abad ini berbagai gerakan keagamaan muncul membangunkan umat. Islam masuk dalam agenda politik. Contohnya adalah gerakan al-Ikhwan al-Muslimun yang dibangun Hasan al-Banna di Mesir. Dulu Barat memprediksi Islam akan segera lenyap. Tapi kini tak ada seorang pun yang akan menduga seperti itu. Bagaimana mungkin terjadi sedangkan perkembangan Islam di Barat kini demikian cepat. Maka para Jenderal NATO memprediksi bahwa pada masa yang akan dating perseruan militer bukan lagi terjadi antara Barat dan Timur, akan tetapi antara Utara dan Selatan. Dan Islam adalah musuh yang perlahan tapi pasti akan segera muncul menjadi kekuatan penentang.

Gerakan Pembaharuan terus berlangsung

Gerakan ini terus bergerak tiada henti membangkitkan umat membentuk generasi Islami. Mereka mengembalikan kepercayaan manusia kepada Islam dan membangkitkan harapan merelka untuk  melihat kemenangan Islam.

Musuh-musuh Islam melakukan berbagai tipu daya untuk menjauhkan umat dari mereka. Tapi upaya mereka tidak akan pernah berhasil.

“Mereka memikirkan tipu daya, dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (al-Anfal: 30)

Kebangkitan Islam dan Pengaruhnya

Gerakan kebangkitan Islam telah menyebar ke Barat dan Timur, cahayanya menyebar ke  negari-negeri Islam dan terus merambah ke seluruh dunia menebar hidayah. Kebangkitan Islam menggugah kesadaran akal, memenuhi hati dengan keimanan dan semangat untuk beramal. Kebangkitan Islam juga menunjukkan dirinya dalam kancah pemikiran; perbaikan suluk; kebangkitan ekonomi dan politik; juga dalam medan jihad.

Kekuatan Arus Gelombang Islam

Umat Islam memiliki kekuatan iman dan kekuatan manhaj. Hal ini diperkuat Paul Schmidt dalam bukunya Islam Kekuatan Masa Depan yang menyebutkan bahwa ada tiga pilar kekuatan umat Islam, yakni (1) Kekuatn Islam sebagai agama, (2) Tersedianya sumber-sumber kekayaan alam, (3) Suburnya keturunan pada umat Islam. Menurutnya jika tiga pilar ini kokoh dan umat Islam bersatu diatasnya, maka bahya laten Islam merupakan ancaman akan punahnya Eropa dan bangkitnya Islam menjadi pemimpin dunia.

Dari uraian di atas dapatlah diambil kesimpulan bahwa tak ada alasan lagi bagi kita untuk pesimis menatap masa depan yang cemerlang. Al-Mustaqbal li haadzad diin, masa depan adalah milik Islam, demikian kata Sayyid Qutb.

(Disarikan dari Al-Mubasyiraati bintishaaril Islami, Syaikh Yusuf Qaradhawy)