غَضُّ البَصَرِ (Menahan Pandangan)

11 Komentar

Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata kepada yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina).

Makna Menahan Pandangan

Secara bahasa, غَضُّ البَصَرِ (gadh-dhul bashar) berarti menahan, mengurangi atau menundukkan pandangan.[1] Namun bukan berarti menutup atau memejamkan mata hingga tidak melihat sama sekali. Juga bukan berarti menundukkan kepala ke tanah saja, karena bukan itu yang dimaksud.  Lagipula hal seperti itu tidak akan mampu dilaksanakan. Tetapi yang dimaksud غَضُّ البَصَرِ (gadh-dhul bashar) adalah menjaga pandangan dan tidak melepas kendalinya hingga menjadi liar.

Lagi

Ragam Aktivitas Dakwah Rasulullah

5 Komentar

Oleh: M. Indra Kurniawan, S.Ag

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS. Al-Ahzab: 33).

Jika kita telusuri lembaran sirah Nabi Muhammad SAW, tentu kita akan temukan bahwa bentuk aktivitas dakwah yang beliau lakukan di sepanjang masa kenabiannya sangat bervariasi. Kita dapat mengetahui macam-macam tindakan, metode, dan strategi beliau yang dinamis dalam menyeru manusia ke jalan Allah. Hal ini perlu menjadi perhatian kita karena didalamnya banyak mengandung teladan dan inspirasi. Disamping itu ada satu isyarat penting yang perlu kita sadari dari apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW tersebut, bahwa aktivitas dakwah Islamiyah hendaknya mampu bergerak terus menerus secara dinamis dan progresif.

Lagi

Adab Muamalah Tijariyah

2 Komentar

Bisnis, tijarah, atau berdagang adalah pekerjaan yang menyenangkan dan menguntungkan. Tapi, di sisi lain pekerjaan ini acapkali menimbulkan fitnah, baik berupa pertengkaran, percekcokan, bahkan sampai pembunuhan.

Rasulullah SAW telah menetapkan adab dan tata cara dalam segala aktivitas, termasuk dalam berbisnis. Kali ini mari kita telusuri bagaimana taujihat (arahan) Rasulullah dalam ber mu’amalah tijariyah.

Lagi

SEKELUMIT TENTANG KHILAFAH ISLAMIYAH

1 Komentar

Adanya kepemimpinan (imamah/khilafah) adalah ijma kaum muslimin. Berkenaan dengan hal ini Ibnu Khaldun berkata: “Jabatan imam ini wajib ditegakkan. Kewajibannya di dalam hukum Islam dikenal sebagai ijma para sahabat dan tabi’in. Para sahabat Rasulullah, ketika Rasulullah SAW meninggal dunia, bersegera memilih penggantinya dan membaiat Abu Bakar sebagai Khalifah dan menyerahkan segala urusan ummat kepadanya. Demikianlah, sampai kapan pun, setelah itu, manusia tidak boleh dibiarkan kacau tanpa adanya imam. Ini menegaskan keijma’an kaum Muslimin dalam persoalan mengangkat Imam”.

Lagi

10 Bekal di Perjalan

5 Komentar

Dakwah Islamiyah adalah harakatu ishlah wa taghyir (gerakan perbaikan dan perubahan). Perbaikan dan perubahan dari jahiliyah kepada Islam; dari syirik kepada tauhid; dari penyembahan makhluk kepada penyembahan Khaliq; dari orientasi dunia kepada orientasi akhirat; dari kezaliman tirani  kepada keadilan Islam; dari hukum nenek moyang buatan manusia kepada syariat Allah; dan dari perilaku tercela kepada perilaku terpuji.

Lagi

Jalan Masih Panjang

Tinggalkan komentar

Misi Gerakan Islam

Misi gerakan Islam adalah membangun kehidupan berdasarkan disain Allah SWT. Ia berputar sepanjang zaman mengajak manusia menerapkan syariat dalam kehidupan sebagai individu, masyarakat, dan warga negara. Ia terus melaju mengemban misi membimbing umat manusia seluruhnya menuju sistem Islam beserta ajaran-ajarannya.

Lagi

Nahnu Du’at Qobla Kulli Syai’

Tinggalkan komentar

Slogan ini sudah tak asing lagi di telinga kita. Sebuah kalimat penuh makna, yang mencerminkan totalitas, kebanggaan, komitmen, semangat, dan militansi para da’i dalam mengemban wadzifah dakwah.

Slogan ini bukan basa-basi, bukan gagah-gagahan. Ia adalah pengingat bagi para aktivis dakwah, bahwa sebagai apa dan menjadi apa pun mereka saat ini—pedagang atau businessman; pejabat atau politisi; pegawai negeri atau professional; buruh atau karyawan; mahasiswa atau pelajar—misi dakwah tidak boleh dilupakan.

Lagi

Older Entries